URBANCITY.CO.ID – Komika Satriaddin Maharinga Djongki atau yang akrab disapa Arie Kriting, mengutarakan kegelisahannya atas dua peristiwa kontras yang mengguncang ruang publik sepekan terakhir.
Arie menyoroti mulai dari isu nasionalisme penerima beasiswa negara hingga tragedi kekerasan yang merenggut nyawa anak di bawah umur oleh oknum aparat.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @arie_kriting, Minggu, 22 Februari 2026, komedian asal Kendari ini membuka pernyataannya dengan nada satir mengenai kondisi sosiopolitik di Indonesia. “Betapa membingungkan hidup di negara ini,” tulis Arie mengawali curahan hatinya.
Kritik Pedas untuk Alumnus LPDP
Arie pertama-tama menyinggung viralnya konten video “Cukup Aku WNI, Anak Jangan” yang diunggah oleh seorang alumnus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS.
Baca Juga: Artis Korea Selatan Kang Seo-ha Meninggal Dunia Akibat Kanker Perut di Usia 31 Tahun
Konten tersebut kini tengah dalam pengawasan pihak LPDP setelah memicu kecaman luas karena dianggap tidak memiliki rasa terima kasih kepada negara.
“Baru kemarin, rasa nasionalisme-ku terusik,” kata Arie. Ia mengaku berang melihat pernyataan DS yang dinilai merendahkan tanah air meski telah mendapatkan fasilitas pendidikan dari pajak rakyat.
“Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini,” ungkap Arie. Ia melanjutkan, “(Tertulis) ‘Cukup aku yang WNI, anakku jangan’, begitu katanya, membuat saya kesal juga.”
Bagi Arie, banyaknya masalah struktural di Indonesia bukan menjadi alasan sah untuk meninggalkan identitas kebangsaan.



