“Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat. Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang,” tambahnya.
Baca Juga: Sederet Artis Papan Atas Bakal Meriahkan F1Powerboat Danau Toba
Duka dari Tanah Maluku
Kegelisahan Arie memuncak saat menyoroti kasus dugaan penganiayaan siswa SMP berusia 14 tahun di Maluku oleh oknum anggota Brimob berinisial MS. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah dihantam dengan helm hingga mengalami cedera fatal di bagian kepala. MS kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Arie merasa hancur melihat fakta bahwa di satu sisi ada orang yang membuang kewarganegaraannya, sementara di sisi lain, anak bangsa yang setia justru tewas di tangan aparat pelindung.
“Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut,” paparnya dengan getir. “Sedih hatiku.”
Sebagai penutup, Arie melayangkan doa dan pesan mendalam agar para prajurit keamanan memiliki sisi humanis dalam menjalankan tugas. Ia berharap kekuatan senjata tidak lagi digunakan untuk menindas rakyat kecil.
“Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini,” tandasnya. (*)




