URBANCITY.CO.ID – Spekulasi mengenai peluang Timnas Indonesia menggantikan posisi Iran di putaran final Piala Dunia 2026 mulai mencuat ke publik. Isu ini merebak seiring memanasnya konflik militer yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen.
Meski kabar ini memicu optimisme pendukung Garuda, jalur menuju panggung dunia tersebut nyatanya tak semudah yang dibayangkan.
Timnas Iran sebenarnya telah mengamankan tiket ke Amerika Serikat setelah finis sebagai jawara Grup A di kualifikasi zona Asia. Dalam undian pembagian grup, Iran dijadwalkan menghuni Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.
Namun, situasi keamanan yang tidak menentu membuat Presiden Federasi Sepak Bola Iran mengisyaratkan kemungkinan kecil timnya dapat berpartisipasi pada turnamen musim panas mendatang.
Baca Juga:
FIFA dilaporkan tengah memantau situasi ini dengan saksama. Kendati demikian, jika Iran benar-benar mundur atau didiskualifikasi, Indonesia tidak serta-merta menjadi ahli waris otomatis kursi tersebut.
Mekanisme Pengganti Menurut Regulasi FIFA
Berdasarkan rencana kontinjensi dan regulasi badan sepak bola dunia tersebut, posisi tim yang mundur biasanya diisi oleh tim dengan performa terbaik yang gagal di babak kualifikasi atau runner-up terbaik dari jalur play-off yang relevan.
Dalam konteks zona Asia (AFC), terdapat tiga negara yang secara kompetitif berada di posisi lebih unggul dibanding Indonesia untuk menjadi kandidat pengganti:
- Irak: Tim yang sudah melaju hingga babak play-off antarkonfederasi.
- Uni Emirat Arab (UEA): Salah satu tim non-kualifikasi terbaik yang sempat bersaing di fase gugur.
- Oman: Memiliki catatan poin dan performa lebih baik dari Indonesia dalam klasemen kualifikasi terakhir.
Mengapa Posisi Indonesia Kurang Kuat?




