Lanjut Dwi, SKK Migas dan KKKS terus terus mencari dan mengembangkan cadangan migas baru berhasil mempertahankan Reserves Replacement Ratio (RRR) di atas 100 % selama enam tahun berturut-turut.
BACA JUGA: Pertamina Kontributor Minyak Mentah Terbesar, Jadi Tuan Di Negeri Sendiri
“Ini adalah pengabdian hulu migas untuk memastikan bahwa industri ini akan berkelanjutan untuk generasi yang akan datang dan mendukung kecukupan energi dimasa depan,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024.
Industri hulu migas juga terus meningkatkan kontribusinya dalam mendukung industri dalam negeri. Dwi menyampaikan bahwa industri hulu migas terus memberikan prioritas gas untuk kebutuhan domestik.
Sejak tahun 2012, pasokan gas untuk kebutuhan domestik terus meningkat dan saat ini sekitar 70 % pasokan gas untuk domestik, baru setelah itu kelebihannya di ekspor.
“Pemenuhan kebutuhan gas untuk domestik itu paling utama, jika ada sisa lalu diekspor. Karena itu, kami juga mendorong industri pengguna gas untuk terus meningkatkan kapasitasnya,” pinta dia.
BACA JUGA: Lagi, Pertamina Hulu Tambah Potensi Cadangan Minyak Blok Rokan
Selain itu, kata Dwi, SKK juga melaporkan telah menyelesaikan proyek-proyek besar seperti Lapangan Jangkrik, Lapangan Jambaran Tiung Biru, dan Tangguh Train 3. Selain itu kegiatan usaha hulu migas, seperti pengeboran dan eksekusi proyek, turut menciptakan multiplier effect bagi industri lain melalui penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), yang mencapai Rp76,5 triliun pada tahun 2023 dan penyediaan lapangan kerja untuk 150 ribu pekerja.