Baca Juga: Telkom dan Huawei Teken MoU di MWC Barcelona, Perkuat Infrastruktur Data Center
Tak hanya personel, aspek material juga diperkuat. Setiap posko branch dilengkapi dengan warehouse siaga untuk memastikan ketersediaan perangkat kerja dan suku cadang cadangan.
Strategi ini diambil agar penanganan gangguan teknis tidak terkendala oleh rantai pasok logistik selama libur panjang.
Rincian Kekuatan 20.936 Personel Teknis
Kekuatan teknisi yang dikerahkan tahun ini mencapai total 20.936 personel dengan pembagian spesialisasi sebagai berikut:
- 9.927 Teknisi I-OAN: Fokus pada optimasi jaringan optik.
- 8.797 Teknisi Provisioning: Bertugas pada penyediaan layanan pelanggan.
- 1.514 Teknisi External Business: Menangani segmen bisnis luar.
- 698 Teknisi Wilayah Khusus: Disiagakan untuk area dengan karakteristik geografis sulit.
Baca Juga: Strategi TLKM 30: Telkom Indonesia Bentuk InfraNexia dan Lepas Aset Non-Inti Demi Efisiensi Bisnis
Ambari menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bersikap proaktif dalam menghadapi setiap eskalasi layanan. Ia meminta pembaruan progres penanganan dilakukan secara rutin guna menjaga standar layanan (Service Level Agreement).
“Seluruh personel harus terus memperkuat koordinasi dan saling mendukung dengan stakeholder agar setiap tantangan operasional dapat ditangani secara cepat dan tepat,” pungkas Ambari.
Dengan kesiapan infrastruktur dan personel yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Telkom Akses optimistis kualitas jaringan tetap andal, memungkinkan masyarakat merayakan lebaran tanpa kendala buffering atau putus koneksi. (*)





