Baca Juga: Dukung Net Zero Emission, Pertamina Patra Niaga Tanam 22 Ribu Pohon di Sekitar Kilang
Selain aspek teknis, Pertamina menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara ketat untuk meminimalisir risiko kerja.
“Keselamatan dalam operasional kilang adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan ini sudah menjadi bagian dari budaya kerja kami. Hal ini disadari betul oleh para pekerja Pertamina, sehingga aspek HSSE diterapkan untuk memastikan keandalan operasional kilang yang baik selama masa lebaran 2026,” ungkap Roberth.
Pengawasan Ketat dan Dukungan Keamanan
Guna memastikan moral dan kesiagaan personel tetap terjaga, jajaran manajemen juga melakukan Management Walkthrough (MWT) di seluruh unit operasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi langsung kondisi lapangan sekaligus memberikan apresiasi kepada pekerja yang melewatkan momen Idulfitri di area kilang.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Kebijakan Pemerintah Melalui Pertamax Green 95
Di sisi lain, aspek keamanan fasilitas obyek vital nasional ini turut diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat TNI/Polri. Sinergi lintas instansi ini krusial untuk mencegah gangguan eksternal selama periode libur panjang.
“Dengan strategi produksi dan distribusi terintegrasi, serta koordinasi lintas pihak, Pertamina Patra Niaga berhasil mengoptimalkan produksi kilang selama periode Idulfitri 1447 H dengan lancar. Ini juga mempertegas peran kilang Pertamina sebagai penjaga ketahanan energi bangsa,” tutup Roberth. (*)






