“Kami kurang stabil di penerimaan servis sehingga tidak selalu bisa menjalankan strategi offense sesuai rencana. Ini menjadi catatan penting. Final Four adalah fase yang berbeda, lebih kompetitif. Untuk itu, kami harus meningkatkan kualitas eksekusi dan konsistensi di setiap sesi,” tegas Bülent.
Persiapan intensif kini langsung digeber guna memperbaiki koordinasi antar-pemain. Ambisi tim tidak berhenti di empat besar; JPE membidik satu tempat di babak Grand Final.
Dukungan Olahraga dan Keberlanjutan
Di sisi lain, Pertamina memandang keterlibatan mereka di Proliga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud dukungan terhadap ekosistem olahraga nasional yang profesional.
Baca Juga: Prediksi Proliga 2026: Duel Penentuan Puncak Klasemen Pertamina Enduro vs Gresik Phonska
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebutkan bahwa olahraga adalah sarana membangun masyarakat yang sehat dan kompetitif.
“Pertamina turut mendukung kemajuan olahraga nasional. Dukungan ini juga bagian wujud peran Pertamina dalam memberikan energi masyarakat, menciptakan ekosistem olahraga yang profesional, kompetitif, dan berkelanjutan,” kata Baron.
Selain fokus pada prestasi atletik, Pertamina juga terus menyelaraskan operasionalnya dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
Dukungan terhadap tim olahraga ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang inklusif, sembari tetap berkomitmen pada target Net Zero Emission 2060 melalui koordinasi strategis dengan berbagai pihak. (*)






