Menurut Rivan, terhubungnya koridor Yogyakarta menuju Semarang akan memangkas biaya logistik dan memacu sektor pariwisata.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: 285 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Jasa Marga Beri Diskon Tol 30 Persen
“Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, serta investasi,” tambahnya.
Progres Enam Seksi Konstruksi
Secara teknis, Tol Yogyakarta-Bawen terbagi menjadi enam seksi pembangunan. Fokus utama saat ini tersebar mulai dari Seksi 1 Sleman-Banyurejo (8,80 km) hingga Seksi 6 Ambarawa-Bawen (4,98 km).
Direktur Utama PT JJB, A.J. Dwi Winarsa, menyebutkan bahwa proses menuju kesepakatan kredit ini melalui tahapan yang panjang.
“Kami berharap penandatanganan ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan JJB serta mendukung penyelesaian proyek sesuai target waktu,” kata Dwi.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Jasa Marga Targetkan Perbaikan Tol Rampung 14 Maret
Menariknya, Seksi 6 ruas Ambarawa-Bawen kini telah difungsikan secara operasional untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kehadiran ruas ini diharapkan mampu mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi di jalur arteri Bawen.
Jika seluruh seksi telah tersambung, jalan tol ini akan mengintegrasikan jaringan Jalan Tol Trans Jawa di wilayah tengah, menjadikan distribusi barang dari pelabuhan di utara menuju pusat-pusat ekonomi di selatan Jawa semakin efisien. (*)






