URBANCITY.CO.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan perlunya akselerasi transformasi di sektor penerbangan nasional guna merespons dinamika industri dan kritik publik yang kian tajam.
Dalam forum Aviation Sharing Session di Jakarta, Menhub menyoroti pentingnya perubahan strategi operasional untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara.
Menurut Dudy, di tengah keterbukaan informasi, isu-isu seperti keterlambatan penerbangan (flight delay), fasilitas bandara yang belum optimal, hingga pengalaman perjalanan penumpang menjadi sorotan utama yang dapat mempengaruhi reputasi industri dalam sekejap.
“Kita semua memahami bahwa sektor penerbangan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, setiap gangguan layanan penerbangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik,” ujar Menhub Dudy di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga: Menhub Dudy dan Gubernur Gorontalo Matangkan Mitigasi Mudik 2026, Siapkan 173 Masjid Rest Area
Strategi Smart Aviation dan Airportpreneurship
Untuk memperkuat daya saing nasional, Menhub mendorong dua konsep utama: Smart Aviation dan Airportpreneurship. Digitalisasi layanan atau Smart Aviation diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan waktu.
Sementara itu, Airportpreneurship bertujuan mengubah fungsi bandara dari sekadar simpul transportasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri.
Transformasi ini juga mencakup modernisasi sistem navigasi dan infrastruktur. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menghadapi fluktuasi harga avtur serta kebutuhan investasi teknologi yang tinggi tanpa mengesampingkan standar keselamatan.




