“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan maupun operasional. Pada saat yang sama, kolaborasi antar pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat agar transformasi sektor ini dapat berjalan optimal,” kata Dudy.
Baca Juga: Menhub Dudy dan Gubernur NTB Siapkan Mitigasi Lonjakan 1,5 Juta Pemudik di Lebaran 2026
Empat Pilar Keandalan Penerbangan
Pemerintah merumuskan empat faktor kunci yang wajib diperhatikan oleh seluruh operator dan regulator: aspek keselamatan dan keamanan (safety and security), sinergi lintas sektor, ketelitian pada detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi ketidakpastian global.
Dudy mengingatkan bahwa transformasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Kehadiran tokoh-tokoh strategis dalam acara tersebut, seperti Wakil Menteri Perhubungan Suntana hingga Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, menunjukkan sinyalemen kuat bahwa koordinasi lintas lembaga menjadi harga mati.
“Kita harus selalu siap menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja di industri penerbangan. Karena itu, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dan kesiapan operasional menjadi kunci menjaga keandalan layanan penerbangan nasional,” tutur Menhub menutup arahannya.
Melalui langkah-langkah terintegrasi ini, Kementerian Perhubungan optimistis industri penerbangan Indonesia dapat lebih lincah menghadapi tantangan eksternal sekaligus memberikan layanan yang lebih memuaskan bagi para pengguna jasa. (*)






