Sedangkan di pasar global, pengiriman terkonsentrasi pada rute Singapura, Jeddah, Shanghai, Incheon, hingga Haneda.
Secara tahunan (Year-on-Year), performa ini menunjukkan tren penguatan. Kargo domestik tumbuh 5 persen, sementara performa internasional melesat 12 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.
Saat ini, Garuda rata-rata menerbangkan 241 ton kargo domestik dan 124 ton kargo internasional setiap harinya.
Kesiapan Infrastruktur Gudang
Guna menjaga kelancaran arus barang di tengah peak season, Garuda menyiagakan tiga fasilitas gudang kargo dengan total luas mencapai 19.929 meter persegi. Fasilitas ini mencakup area ekspor, impor, dan domestik.
Operasional harian didukung oleh lebih dari 400 personel, mulai dari petugas penanganan kargo (cargo handling), keamanan penerbangan (aviation security), hingga porter yang jumlahnya disesuaikan dengan jam-jam tersibuk per hari.
Baca Juga: Garuda Indonesia Hadirkan Mudik Spesial bagi PMI Hong Kong: Cek Tiket Murah dan Ekstra Bagasi
Menutup keterangannya, Reza menegaskan komitmen maskapai dalam menjaga keseimbangan antara layanan penumpang dan logistik.
“Ke depan, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan kesiapan operasional kargo guna mengantisipasi peningkatan trafik logistik pada periode peak season tanpa mengurangi kualitas layanan penerbangan penumpang,” pungkasnya. (*)






