“Seluruh pendaftar akan dihubungi langsung oleh panitia melalui WhatsApp guna menginformasikan status verifikasi,” kata Windy.
Baca Juga: Napas Ekonomi di Ujung Dermaga Kalbar, ASDP Perkuat Konektivitas Sungai demi Stabilitas Logistik
Program serupa juga menjalar ke ujung barat Indonesia. Di Banda Aceh dan Singkil, ASDP membuka akses gratis untuk berbagai rute kepulauan, seperti Ulee Lheue–Balohan hingga Singkil–Pulau Banyak, dengan kuota 50 peserta per keberangkatan.
Windy mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap calo atau penipuan. “Program ini sepenuhnya gratis dan tidak memungut biaya apa pun,” tegasnya.
Di tengah upaya memanusiakan pemudik, ASDP tetap mendesak calon penumpang untuk beralih ke ranah digital. Ferizy, platform tiket daring milik perseroan, kini menjadi satu-satunya pintu masuk resmi yang bisa diakses sejak dua bulan sebelum keberangkatan.
Dengan perencanaan matang dan fasilitas yang lebih inklusif, ASDP berharap mudik tak lagi menjadi perjalanan yang melelahkan, melainkan pulang yang menyenangkan. (*)






