UBANCITY.CO.ID – Inovasi anak bangsa kembali mengguncang panggung dunia. TERANGIN, startup alumni program Pertamuda Seed and Scale 2025, sukses menembus posisi keempat dalam ajang Fowler Global Social Innovation Challenge (Fowler GSIC) 2026 yang berlangsung di University of San Diego, Amerika Serikat, pada 1–2 Mei 2026.
Tim asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini berhasil menyisihkan puluhan pesaing dari negara lain, termasuk delegasi dari kampus elit dunia seperti Georgetown University dan University of London.
Inovasi Energi Terbarukan untuk Petani
TERANGIN mencuri perhatian juri internasional melalui alat perangkap hama tanaman inovatif. Keunggulannya terletak pada penggunaan energi terbarukan yang mengombinasikan kincir angin dan panel surya, menjadikannya solusi ramah lingkungan yang sejalan dengan agenda transisi energi global.
Baca Juga:Â Tembus Pasar Jepang, Kementerian Ekraf Kirim 4 Startup ke SusHi Tech Tokyo 2026
“Dukungan ini menjadi katalis penting bagi kami untuk naik level menjadi social enterprise yang berdampak luas,” tutur Muhammad Hanif, founder TERANGIN.
Komitmen Pertamina Membawa Talenta Lokal ke Kancah Global
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari ekosistem pembinaan startup yang kompetitif.
Melalui program Pertamuda, Pertamina berkomitmen memberikan pendampingan intensif agar ide kreatif mahasiswa dapat diakui oleh investor internasional.
“Ini adalah bagian dari visi Energizing Indonesia untuk membawa talenta lokal ke kancah global,” ujar Baron.




