URBANCITY.CO.ID – BUMN menyiapkan 1.400 bus hingga kereta api untuk 100 ribu pemudik gratis. Sistem satu data digunakan demi menangkal pendaftar ganda.
Geliat mudik Lebaran 2026 mulai terasa di kantor-kantor perusahaan pelat merah. Tahun ini, Badan Pengaturan BUMN bersama BPI Danantara kembali menggelar hajatan kolosal: Mudik Gratis Bersama BUMN.
Tak main-main, kuota yang disediakan mencapai 100 ribu kursi, sebuah angka yang menegaskan ambisi negara untuk mengintervensi kepadatan arus mudik dengan moda transportasi yang lebih teratur.
Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menyebut program ini sebagai ekstensi kepedulian negara. “Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud nyata kepedulian sosial negara melalui BUMN, agar masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Baca Juga: Gula-gula dari Dek Kapal: Pelni Tebar Diskon Tiket Mudik 30 Persen
Secara teknis, “pasukan” mudik ini akan dibagi ke dalam tiga jalur. Jalur darat menjadi yang tersibuk dengan sokongan 1.400 unit bus untuk 64.000 penumpang.
Di jalur besi, 99 rangkaian kereta api disiapkan mengangkut 33.000 orang, sementara sisanya akan membelah lautan dengan 42 unit kapal laut. Titik tolak pertama untuk armada bus direncanakan bakal memadati Ring Road Gelora Bung Karno pada 17 Maret mendatang.
Namun, Mudik Gratis 2026 bukan sekadar soal menambah jumlah armada. Ada upaya merapikan karut-marut administrasi masa lalu.
Direktur Utama Jasa Raharja sekaligus Ketua Koordinator Mudik Gratis BUMN, Muhammad Awaluddin, mengungkapkan penggunaan sistem single data berbasis NIK. Langkah ini diambil untuk mengunci celah bagi “pemudik oportunis” yang kerap mendaftar di banyak platform sekaligus.




