- Pilih platform yang terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) atau OJK.
- Pastikan aplikasi menggunakan sistem keamanan berlapis, seperti OTP, enkripsi, dan fitur lainnya.
- Jauhi platform yang tidak transparan soal biaya dan harga.
Sebelum memilih, bandingkan dengan emas fisik. Sahabat Pegadaian menjelaskan perbedaan berikut sebagai bahan pertimbangan.
Emas digital:
- Akses: Mudah diakses untuk transaksi kapan saja.
- Biaya penyimpanan: Ada biaya karena penyimpanan online yang aman.
- Fleksibilitas investasi: Sangat fleksibel, dari dana kecil hingga besar.
- Proses transaksi: Cepat, mudah, dan praktis tanpa perlu ke toko.
- Risiko: Rentan volatilitas harga akibat faktor global seperti politik, pasar, dan kebijakan ekonomi.
- Tingkat likuiditas: Jual beli mudah dan cepat.
- Nilai spread: Lebih rendah, sehingga potensi keuntungan lebih tinggi.
Emas fisik:
- Akses: Terbatas, hanya di toko emas atau lembaga OJK.
- Biaya penyimpanan: Perlu tempat aman seperti brankas atau layanan simpan emas.
- Fleksibilitas investasi: Kurang fleksibel, cocok untuk jumlah besar dan jangka panjang.
- Proses transaksi: Membutuhkan waktu dan usaha lebih, dengan datang langsung.
- Risiko: Volatilitas harga plus risiko pencurian atau kehilangan.
- Tingkat likuiditas: Tinggi, tapi prosesnya lebih lama.
- Nilai spread: Lebih lebar karena biaya penyimpanan, cetak, dan keamanan.
Dengan demikian, emas digital dan fisik masing-masing punya keunggulan. Pilihan tergantung kebutuhan investor, asalkan selalu bijak dan waspada terhadap risiko. Dengan langkah-langkah perlindungan yang tepat, emas digital bisa menjadi investasi yang aman dan menguntungkan.






