Transformasi hotel ini kini berada di bawah payung The Heritage Collection yang dikelola oleh InJourney Hospitality. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyebut hotel ini kini dirancang sebagai destinasi budaya sekaligus pusat kemewahan di pusat kota.
Baca Juga: Promo Hotel ITDC Ramadan & Nyepi 2026: Iftar Premium di Nusa Dua hingga Ngabuburide di Mandalika
“Kami percaya kebangkitan Grand Hotel De Djokja akan menjadi katalis penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata Yogyakarta. Lebih dari sekadar tempat menginap, hotel ini kami hadirkan sebagai destinasi budaya, landmark kemewahan, dan ruang pertemuan bagi kreativitas,” kata Christine.
Fasilitas Bintang Lima dan Tarif Simbolis
Memasuki fase soft opening pada 16 Maret 2026, hotel bintang lima ini menawarkan 210 kamar dan suite dengan desain elegan.
Fasilitas penunjangnya meliputi Wiji All-Day Dining, Djati Lounge yang merupakan gin bar pertama di pusat Yogyakarta, hingga pusat kebugaran dan kolam renang premium.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap tahun berdirinya, pihak hotel menawarkan tarif spesial pembukaan sebesar Rp1.911.000 per malam.
Baca Juga: Ramadan 2026: Hotel Truntum Padang Hadirkan Paket Berbuka Puasa Khas Minang hingga Timur Tengah
Kehadiran kembali Grand Hotel De Djokja ini diharapkan menjadi pilihan utama wisatawan yang mendambakan pengalaman menginap autentik di tengah hiruk-pikuk Malioboro, terutama menjelang momentum libur Idul Fitri 2026. (*)






