“Kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi menjadi kunci penguatan ekosistem yang menghidupkan ruang bagi talenta di daerah untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri,” imbuh Irene.
Baca Juga: Perluas Pasar Ekraf, Kemenekraf MoU dengan Kemendag dan BSSN
Sementara itu, Bimo Kusumo Yudho, founder VII, memaparkan capaian kolaborasi dengan Kemen Ekraf, termasuk Road to Wonder Voice of Indonesia 2025 yang menjangkau lebih dari 7.200 peserta di beberapa kota.
Alumni program itu telah terserap dalam proyek pemerintah dan lembaga seperti Kemen Perdagangan, Jasa Raharja, dan AirAsia.
Dia bilang, Voice Institute Indonesia bersama Kementerian Ekraf selalu bersama mendukung ekonomi kreatif dari berbagai daerah. Pihaknya juga melihat asosiasi voiceover ternyata penting untuk peningkatan kapabilitas, advokasi hukum, dan dukungan-dukungan lain yang diberikan negara.
“Sesuai arahan tadi, kami juga ingin memanfaatkan database peserta dan project sehingga bisa banyak berkolaborasi dengan ragam IP-IP lokal yang dibina oleh Kementerian Ekraf,” pungkasnya. (*)






