Baca Juga: Jaga Akurasi Pompa BBM dan Timbangan, Kemendag Perketat Pengawasan Metrologi
Wakil Ketua Umum Bidang Kemitraan UMKM APRINDO, Purwanto Wahyudi, menyebut pihaknya sangat tertarik mencari inovasi baru dari dunia kampus untuk melengkapi variasi produk di gerai ritel modern.
“Kami betul-betul tertarik karena berharap ada insight baru dari dunia kampus untuk melengkapi variasi produk di ritel modern. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menemukan UMKM unggulan dari kalangan muda sebagai generasi penerus,” kata Purwanto.
Masukan Teknis untuk ‘Branding’
Para peserta menyambut positif masukan dari para kurator. Aji, alumni UNS yang menekankan usaha pangan organik, mengaku mendapat pencerahan terkait strategi penjenamaan (branding).
“Kurasi hari ini sangat bermanfaat dan positif sekali. Kami mendapatkan banyak tawaran dan masukan. Dari sisi penjenamaan (branding), kami diarahkan untuk memperkuat identitas pada kemasan seperti memperbesar logo merek serta menonjolkan informasi penting seperti label halal dan organik,” tutur Aji.
Baca Juga: Kemendag Kick-off CAEXPO 2026: Indonesia Incar Peluang Ekspor dan Investasi AI di Tiongkok
Hal senada diungkapkan Rica, alumni Universitas Diponegoro pemilik Astarasa Karya Nusantara. Ia menyadari pentingnya detail informasi produk, seperti penulisan satuan yang harus sesuai standar regulasi.
Selain kurasi, rangkaian Campuspreneur juga menyediakan coaching clinic terkait desain kemasan serta sesi pitching dengan mitra internasional yang difasilitasi perwakilan perdagangan RI di luar negeri.






