URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menggelar Forum Desa Berdaya, Inovatif, Sejahtera, Akuntabel (BISA) Ekspor di Makassar, Selasa, 10 Maret 2026.
Langkah ini diambil untuk mentransformasi desa-desa di Sulawesi Selatan dari sekadar penyangga produksi menjadi motor penggerak ekspor nasional yang mandiri.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memangkas hambatan logistik dan birokrasi yang selama ini mencekik pelaku usaha di tingkat desa.
Hingga Maret 2026, Kemendag mencatat 159 desa di Sulawesi Selatan sudah masuk Klaster 1 atau kategori siap ekspor.
“Kemendag bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk meningkatkan ekspor dari desa dengan memangkas hambatan logistik dan birokrasi bagi pelaku usaha di desa. Dengan begitu, pelaku usaha di desa dapat ikut berkontribusi dalam rantai pasok global,” ujar Puntodewi saat membuka forum tersebut.
Baca Juga: Kemendagri Sentil Anggaran Meja Biliar DPRD Sumsel: Lebih Baik Realokasi untuk Publik
Kakao dan Rumput Laut Jadi Andalan
Sulawesi Selatan menyimpan potensi komoditas yang menggiurkan bagi pasar internasional. Produk unggulan seperti kakao, rumput laut, hingga minyak nilam menjadi primadona yang siap ditarungkan di panggung dunia. Namun, Puntodewi mengingatkan bahwa akses pasar yang terbuka lebar akan sia-sia tanpa konsistensi mutu.
“Standar mutu dan kualitas SDM adalah fondasi utama daya saing kita. Kemendag hadir memberikan pendampingan teknis agar produk desa tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar keberlanjutan dan keamanan pangan internasional,” tambahnya.




