Untuk meningkatkan kapasitas angkut, pemerintah menambah jumlah armada yang beroperasi. Sebanyak 7 unit kapal tambahan dikerahkan, sehingga total terdapat 35 kapal yang melayani penyeberangan dengan pola 8 trip.
Formasi armada tersebut meliputi 19 kapal di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta 4 kapal bantuan lainnya. Tak hanya menambah kapal, Kemenhub juga menerapkan prosedur operasional khusus.
“Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui pengoperasian buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan,” tambah Menhub.
Langkah teknis lainnya adalah pemberlakuan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Skema ini bertujuan memangkas waktu rotasi kapal di dermaga sehingga proses kanalisasi kendaraan, khususnya mobil pribadi, dapat berjalan lebih cepat.
Baca Juga: Persiapan Lebaran, ASDP Pasok 750 Life Jacket dan Bus Listrik di Pelabuhan Merak
Kondisi Cuaca Selat Bali
Kabar baik datang dari sisi meteorologi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 11.55 WITA, kondisi perairan Selat Bali terpantau cukup aman untuk pelayaran.
Cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang rendah di kisaran 1 meter. Jarak pandang mencapai 10 kilometer dengan kecepatan arus air sekitar 2,5 knot ke arah utara.
Kondisi kondusif ini diharapkan dapat membantu percepatan bongkar muat kapal tanpa kendala alam yang berarti.





