Memperkuat Penetrasi Regional
Sebagai langkah penyelamatan, Menteri Pariwisata menginstruksikan jajarannya untuk mempertebal promosi di kawasan Asia dan Pasifik.
Strategi ini dianggap paling rasional mengingat lima besar penyumbang wisman ke Indonesia sepanjang 2025 berasal dari wilayah terdekat, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Cina, dan Timor Leste.
Baca Juga: Misi TransNusa di Manado: Kemenpar Bidik Devisa Lewat Jalur Langsung Taipei-Sulawesi Utara
“Arahan dari Ibu Menteri Pariwisata, kita akan memperkuat pasar Asia dan Pasifik. Dengan strategi ini diharapkan dampak dari situasi di Timur Tengah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia,” tutur Ni Luh Puspa.
Selain pengalihan pasar, Kemenpar juga menjalin komunikasi intensif dengan organisasi pariwisata dunia, UN Tourism, untuk memantau dinamika mobilitas global.
Pemerintah berkomitmen memastikan langkah mitigasi tetap lincah merespons laporan terbaru, terutama dari pintu masuk utama seperti Bali, guna menjaga stabilitas ekonomi di sektor pariwisata. (*)






