URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat tata kelola data manufaktur nasional melalui optimalisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi masif yang digelar Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda bagi pelaku usaha dan dinas terkait di Provinsi Kalimantan Utara, Rabu, 11 Maret 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa SIINas bukan sekadar platform pelaporan, melainkan instrumen vital dalam merumuskan kebijakan yang berbasis fakta lapangan.
Data yang akurat dan terintegrasi secara nasional menjadi kunci untuk menjaga daya saing industri di tengah dinamika global.
“Dengan data yang kuat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk memperkuat daya saing industri nasional serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor manufaktur,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Kemenperin Kirim 4.000 SDM ke Jerman: Targetkan Standar Global dan Penguatan Ekspor Jasa Profesi
Basis Data untuk Kebijakan Presisi
Agus menjelaskan bahwa partisipasi aktif para pelaku industri dalam melaporkan data secara berkala akan memperkuat ekosistem industri nasional.
Data tersebut menjadi kompas bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, hingga menyusun strategi penguatan rantai pasok.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menambahkan bahwa optimalisasi SIINas merupakan bagian dari transformasi digital industri.




