Baca Juga: Ekspor Kerajinan IKM Tembus USD 305 Juta: Kemenperin Pacu Inovasi Lokal di Inacraft 2026
“Melalui kegiatan business matching ini, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing,” ungkap Reni.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi kualitas dan inovasi desain agar produk nasional tetap relevan di pasar global yang kompetitif.
Sinergi dengan Sektor Perhotelan
Selain pasar ekspor, Kemenperin membidik peluang besar di sektor domestik, khususnya industri hotel dan restoran. Produk kerajinan diharapkan dapat mengisi kebutuhan dekorasi interior hingga kebutuhan operasional harian di sektor hospitality.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa forum ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi bagi 50 IKM yang berpartisipasi.
Mereka mendapatkan wawasan terkait aspek legalitas, seperti Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), serta standar kebutuhan pasar yang dipaparkan oleh ASMINDO dan PHRI.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara IKM dan buyer, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kesiapan usaha mereka dalam menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan,” tutur Budi.






