URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi penerapan teknologi digital bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional.
Langkah ini diambil sebagai strategi krusial untuk memperkuat daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar global dan derasnya arus produk impor yang masuk ke pasar domestik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi IKM untuk bertahan dan berkembang.
Kemenperin fokus pada peningkatan literasi digital agar jangkauan pasar pelaku usaha semakin luas.
Baca Juga: Kemenperin Gelar Business Matching 2026, Dorong IKM Kerajinan Tembus Pasar Global
“Kami konsisten melaksanakan program peningkatan literasi digital bagi IKM untuk membantu para pelaku IKM menggunakan dan memanfaatkan pemasaran digital agar dapat memperluas jangkauan pasar,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Potensi Jumbo Ekonomi Digital
Strategi digitalisasi ini sejalan dengan data pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang mencapai 229,43 juta orang pada 2025.
Di sisi lain, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai transaksi e-commerce Indonesia sepanjang 2025 telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp1.192,8 triliun atau setara USD71 miliar.
Melihat ceruk pasar yang sangat besar tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin menggelar Workshop e-Smart IKM di Kabupaten Badung, Bali, pada 1 April lalu.




