“Tantangan pasti ada, terutama di bahan baku, dimana secara nasional haraga bahan baku memang ada kenaikan, namun kita tetap coba terus dan mengupayakan harga tetap terjangkau, kita juga memberikan potongan ayam yang jauh lebih besar dibandingkan kompetitor tapi dengan harga yang sama. Jadi pelanggan mendapatkan potongan ayam lebih besar dengan harga yang sama,” tegas Julius.
Ia pun mengungkapkan alasan mengapa memilih membuka gerai Texas Chicken ke-18 di Summarecon Bandung. “Summarecon Bandung itu kedepan menjadi salah satu kota yang maju di dengan adanya masjid Agung, sekolah al-Azhar ada banyak taman dan perumahan. Bandung Timur juga ada akses whoosh kereta cepat, lalu akan ada tol yang segera diresmikan yang aksesnya akan langsung ke Summarecon Bandung,” katanya.
Menurutnya, di tengah maraknya kuliner populer yang mendominasi dunia kuliner Indonesia, pihaknya tetap optimistis bahwa banyak orang masih mencari sajian ayam goreng. Terlebih, Texas Chicken adalah salah satu restoran cepat saji yang telah lama hadir di Indonesia.
Julius menuturkan, brand Texas Chicken sebenarnya sudah lama di Indonesia. Bahkan, brand yang pertama di dunia ini, lahir di Indonesia pada tahun 1984. Seiring dengan waktu, demografi masyarakat yang menjadi pelanggan Texas Chicken semakin luas.
“Memang demografi usia pelanggan kami itu pada awalnya berkisar dari usia 30 hingga 50 tahun. Tapi, sekarang justru banyak anak muda karena melihat gerai kita yang baru ini, dengan konsep menarik. Jadi para anak muda usia belasan tahun sudah banyak yang menjadi pelanggan,” kata Julius.