URBANCITY.CO.ID – Drama kehidupan Punch, bayi monyet jenis makaka (Japanese macaque) di Ichikawa City Zoo and Botanical Garden, Prefektur Chiba, Jepang, memasuki babak baru yang mengharukan.
Setelah sempat mengalami isolasi sosial akibat ditolak oleh induk kandungnya, primata mungil yang lahir pada Juli 2025 ini mulai menunjukkan tanda-tanda diterima oleh kawanannya.
Punch sebelumnya menjadi pusat perhatian dunia setelah video-video yang menunjukkan kesepiannya viral di media sosial. Karena ditinggalkan induknya tak lama setelah lahir, Punch terpaksa dibesarkan oleh perawat kebun binatang.
Ketergantungan emosionalnya pada sebuah boneka menjadi simbol kerapuhan sosialnya di tengah struktur kelompok monyet yang kaku.
Namun, unggahan terbaru melalui akun Instagram @takezou.k memperlihatkan perubahan drastis. Punch kini mulai dipeluk oleh monyet dewasa dan mendapatkan perlakuan grooming—ritual saling membersihkan bulu—dari anggota kawanan lainnya.
Baca Juga:Â Wamenparekraf: Kebun Binatang Surabaya Bangkit dari Pandemi
Ritual Grooming sebagai Tiket Sosial
Dalam dunia primata, grooming bukanlah sekadar aktivitas membersihkan kutu. Perilaku ini merupakan “mata uang sosial” yang krusial untuk membangun aliansi dan menentukan hierarki. Bagi Punch, mendapatkan grooming dari individu dewasa adalah sinyal kuat bahwa ia bukan lagi orang asing dalam komunitasnya.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ini mampu menurunkan kadar hormon stres (kortisol) dan menstabilkan detak jantung primata. Melalui ritual ini, Punch mulai membangun ikatan yang selama ini hilang sejak ia ditolak oleh induknya.




