Pihak pengelola Ichikawa City Zoo mencatat perkembangan emosional Punch yang kian mandiri. “Ia juga mulai meninggalkan bonekanya sesaat untuk bermain atau berkomunikasi dengan kelompoknya sebelum kembali ke boneka itu saat merasa cemas,” demikian dilansir dari laman News.com.au.
Baca Juga:Â Tempat Wisata yang Banyak Dikunjungi di Wilayah Bogor
Disiplin Kelompok dan Edukasi Publik
Sebelum mencapai fase penerimaan ini, Punch sempat terekam kamera mendapatkan perlakuan kasar, seperti diseret atau ditegur oleh monyet dewasa. Meski publik sempat khawatir, otoritas kebun binatang menegaskan bahwa hal tersebut adalah bagian dari pendisiplinan sosial yang normal dalam kelompok makaka.
Zookeeper menilai interaksi yang tampak “kurang ramah” itu justru merupakan proses pembelajaran bagi Punch untuk memahami aturan main dalam kelompoknya. Tidak ada agresi serius yang membahayakan nyawa bayi monyet tersebut.
Kisah perjuangan Punch kini menjadi magnet bagi wisatawan. Ichikawa City Zoo and Botanical Garden melaporkan lonjakan jumlah pengunjung yang ingin melihat langsung kemajuan sosial “Baby Punch”.
Fenomena ini tidak hanya meningkatkan popularitas kebun binatang, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik mengenai kompleksitas emosi dan struktur sosial hewan primata. (*)






