Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat UMKM Kreatif dari Sabang hingga Merauke
Sedah mencatat bahwa fitur Live di TikTok menjadi kanal paling efektif. “Produk kami pernah dipesan hingga ke Merauke, Papua Selatan, berkat pemasaran daring,” tuturnya.
Meski demikian, Sedah mengakui tantangan dalam menjaga inovasi produk dan persaingan pasar tetap membayangi.
Keikutsertaannya dalam program Campuspreneur yang digelar Kementerian Perdagangan di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1—2 April 2026 menjadi momentum rekalibrasi bisnisnya.
“Saya mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti coaching clinic yang digelar Kemendag di sela-sela peluncuran program Campuspreneur, antara lain terkait penyesuaian desain produk dan penyematan label merek di bagian luar agar lebih terlihat. Harapannya, ke depan Sedhah Corner bisa lebih tertata dan berkembang lebih baik,” kata Sedah.
Ambisi Ekspor dan Pesan bagi Anak Muda
Rektor UNS, Hartono, mengapresiasi langkah mahasiswa seperti Sedah yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja.
Baca Juga: Enabler UMKM Kreatif Go Global, Ini Skema Pembinaan Unggulan BNI
Program Campuspreneur sendiri memang didesain untuk mendorong lahirnya startup mahasiswa yang memiliki daya saing hingga pasar ekspor.
Menutup ceritanya, Sedah memberikan pesan penyemangat bagi generasi muda yang ragu untuk memulai bisnis. Menurutnya, kesempurnaan bukanlah syarat utama untuk melangkah.
“Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berwirausaha. Kita akan berkembang seiring proses yang kita lakukan,” pungkasnya.






