URBANCITY.CO.ID – Pemerintah bergerak cepat dalam menangani pemukiman kumuh di jantung ibu kota. Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah mulai membangun sebanyak 324 hunian relokasi di Senen.
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria meninjau langsung dimulainya pembangunan hunian relokasi bagi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis malam, 2 April 2026.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama taktis antara kementerian dan perusahaan pelat merah. Lahan yang digunakan merupakan milik PT Angkasa Pura, sementara proses konstruksi melibatkan sejumlah BUMN karya.
Maruarar mengapresiasi gerak cepat seluruh pihak yang terlibat pasca-rapat koordinasi yang baru digelar sehari sebelumnya.
Baca Juga: PLN Relokasi Jalur Transmisi Aceh Pasca Sinkhole, Listrik Stabil Kembali
“Kemarin kita rapat dengan Pak Doni di Gedung BP BUMN sebagai Kepala Badannya, kemudian juga bersama BUMN yang memiliki tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas,” ujar Menteri PKP, Maruarar Sirait.
Konsep Hunian Tapak dan Ruang Bermain
Berbeda dengan proyek relokasi pada umumnya yang kerap berbentuk vertikal, hunian di Senen ini akan dibangun dengan konsep rumah tapak.
Selain menyediakan 324 unit hunian, kawasan tersebut dirancang ramah anak dengan penyediaan fasilitas ruang publik.




