“Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Jadi ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif,” tambah Maruarar.
Baca Juga: Supaya Optimal Garap Pasar Properti Cirebon, BTN Relokasi Kantor Cabang
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa untuk mengejar target penyelesaian, pihaknya telah mengerahkan ratusan pekerja dari konsorsium BUMN konstruksi seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA.
“Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” kata Dony Oskaria.
Ekspansi ke Tanah Abang dan Kampung Bandan
Langkah relokasi warga dari pinggiran rel kereta api tidak berhenti di kawasan Senen saja. Maruarar memberikan sinyal kuat bahwa kawasan padat lainnya seperti Tanah Abang dan Kampung Bandan akan menjadi target operasi berikutnya pada akhir pekan ini.
“Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan,” jelas Maruarar.
Baca Juga: Menteri Maruarar dan BP BUMN Sulap Lahan KAI-Angkasa Pura Jadi Hunian Warga Bantaran Rel
Menurutnya, kolaborasi yang baik seperti ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak.






