“Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar pemulihan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Aceh Tamiang,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di sela peninjauan di Aceh Tamiang pada Jumat, 30 Januari 2026.
Baca Juga: Bank Muamalat Luncurkan Tabungan iB Hijrah Prima untuk Bantu Penyintas Bencana Sumatera
Peninjauan ini mencakup lokasi strategis seperti SMP Negeri 1 Karang Baru, RSUD Muda Sedia, Posko Pengungsian Kecamatan Karang Baru, serta Hunian Sementara Modular. Di sana, pemerintah menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap kerusakan pusat pemerintahan dan fasilitas publik.
Menteri Ekraf menegaskan bahwa proses pemulihan harus optimal, dengan fokus pada penguatan produktivitas pegiat ekonomi kreatif lokal dan mendorong perputaran ekonomi agar warga tidak terjebak dalam ketergantungan tenda pengungsian, melainkan mulai produktif dari hunian sementara.
Kementerian Ekraf berkomitmen melalui Program Ekraf Peduli untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui penguatan produktivitas pegiat ekraf lokal terdampak.
“Kami juga mengapresiasi para musisi, komunitas kreatif, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam gerakan ‘100 Musisi Heal Sumatera’ sebagai wujud solidaritas bagi masyarakat,” tambah Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Baca Juga: OJK dan Kementerian Ekraf/Badan Ekraf Luncurkan Infinity Hackathon OJK-Ekraf 2025
Sebagai bagian dari Satuan Tugas Pascabencana, Kementerian Ekraf bekerja sama dengan Kementerian UMKM untuk pemulihan ekonomi.






