Ekspansi kredit BTN di sektor perumahan pada tahun 2025 salah satunya ditopang oleh keterlibatan perseroan dalam program baru pemerintah yakni Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada Oktober 2025. Nixon mengatakan, BTN menjadi bank penyalur terbesar untuk KPP dengan total penyaluran mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025. Angka tersebut setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.
“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” tutur Nixon.
Sementara itu, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat turut memicu perolehan DPK konsolidasian yang tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun pada akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp381,7 triliun. Nixon menjelaskan, pertumbuhan DPK BTN yang double-digit salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN.
Baca Juga: Alhamdulillah, Nasabah Terdampak Banjir Sumatera Dapat Relaksasi Kredit Konsumer BTN
BTN membukukan jumlah pengguna (user) Bale by BTN yang tumbuh pesat 66,1% yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2,2 juta. Meningkatnya jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Bale yang melonjak 79,2% yoy menjadi 2,2 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya sebanyak 1,2 miliar. Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,1 triliun.






