Baca Juga: Artis Korea Selatan Kang Seo-ha Meninggal Dunia Akibat Kanker Perut di Usia 31 Tahun
Mendengar itu, sang pemimpin adat tak tersinggung, melainkan justru memberikan apresiasi lewat jabatan tangan yang lebih kuat. Pandji pun merasa lega telah menunaikan kewajiban adatnya, meski harus merogoh kocek untuk denda seekor babi dan lima ekor ayam.
“Beliau senyum dan menjabat tangan saya lebih erat. Dan saya kembali ingat. Saya memang ditakdirkan untuk berjuang di jalan seperti ini,” terang Pandji. Ia menutup penjelasannya dengan sebuah refleksi, “Supaya yang lain bisa belajar atau bisa melewati dengan nyaman jalan yang sudah dibuka. Wongsoyudan takdirnya berjuang.”
KRONOLOGI: DIPLOMASI KESATRIA DI TANAH TORAJA (2013–2026)
Dari Materi Komedi Menuju Rekonsiliasi Adat
AWAL MULA (2013)
- Kejadian: Pandji Pragiwaksono membawakan materi stand-up comedy yang menyinggung ritual pemakaman Rambu Solo di Toraja.
- Status: Materi tersebut merupakan bagian dari pertunjukan spesialnya pada masa itu.
JEJAK DIGITAL & VIRALITAS (2025)
- Eskalasi: Potongan video materi tahun 2013 tersebut kembali mencuat dan viral di media sosial.
- Respon: Masyarakat adat Toraja merasa tersinggung; materi tersebut dinilai merendahkan kesakralan tradisi leluhur.
- Tuntutan: Muncul desakan agar Pandji memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan ucapannya secara adat.
PROSESI SIDANG ADAT (10–11 FEBRUARI 2026)
- Lokasi: Tongkonan Layuk Kaero, Sanggalla, Tana Toraja (Bangunan berusia 800 tahun).
- Fasilitator: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).
- Agenda: Ritual Ma’Buak Burun Mangkali Oto’ (Ruang pemulihan dan rekonsiliasi).
- Peserta: Dihadiri oleh 32 perwakilan masyarakat adat setempat.
SANKSI & REKONSILIASI (11 FEBRUARI 2026)
- Keputusan: Pandji dinyatakan bersalah secara adat namun diapresiasi karena keberaniannya hadir langsung.
- Sanksi Adat: * 1 Ekor Babi, 5 Ekor Ayam
- Momen Kunci: Pandji memperkenalkan arti nama “Wongsoyudo” (Bangsa Perang/Ksatria) sebagai simbol tanggung jawabnya menghadapi masalah.
REFLEKSI PASCA-SIDANG (12 FEBRUARI 2026)
- Pernyataan: Pandji mengungkapkan lewat Instagram bahwa kehadirannya berhasil meredam kemarahan warga.
- Visi: Menjadikan kasus ini pelajaran bagi komika lain agar lebih berhati-hati namun tetap berani bertanggung jawab jika terjadi kesalahan.
“Wongsoyudan takdirnya berjuang, supaya yang lain bisa belajar atau melewati jalan yang sudah dibuka dengan nyaman.” — Pandji Pragiwaksono. (*)






