URBANCITY.CO.ID – Inovasi teknologi jadi kunci sukses PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field. Mengelola lapangan migas kategori brown field—lapangan yang sudah lama berproduksi—ibarat merawat mesin tua: penuh tantangan dan butuh ketelatenan ekstra.
Namun, bagi PEP Sangasanga Field, usia lapangan bukan halangan untuk mencetak rapor hijau. Pada Januari 2026, mereka berhasil melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan realisasi mencapai 104,02 persen.
Angka ini bukanlah kebetulan. Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, mengungkapkan bahwa inovasi teknologi menjadi napas baru bagi lapangan di Kalimantan Timur ini. Per 31 Januari 2026, akumulasi produksi harian menyentuh angka 5.257 barel per hari (bph).
“Langkah strategis perusahaan dengan inovasi dan teknologi berhasil mendorong akumulasi produksi bulan berjalan hingga 31 Januari 2026 mencapai 5.257 barel per hari,” ujar Sigid melalui siaran resmi kepada Urbancity, Minggu, 15 Februari 2026.
Baca Juga: Suntikan Laba dari Sumur Tua, PEP Zona 4 Raup EBITDA USD 887,44 Juta di 2025
Keberhasilan ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun 2025, di mana produksi minyak melonjak 10 persen dan gas bumi tumbuh 11,4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sigid menekankan bahwa kompleksitas lapangan tua justru memicu kreativitas para pekerja. “Berbagai tantangan dan kompleksitas pengelolaan brown field tidak melunturkan semangat para pekerja untuk mencapai target yang ditetapkan dengan menerapkan inovasi dan optimalisasi,” jelasnya.




