Salah satu “senjata” utama mereka tahun ini adalah pengeboran sumur pengembangan NKL-1183. Sumur baru ini terbukti ampuh memberikan suntikan energi tambahan.
“Pada awal Januari lalu, misalnya, kami berhasil mengebor sumur pengembangan NKL-1183 yang berkontribusi menambah produksi minyak sebesar 420 bph sehingga produksi lapangan berhasil menyentuh angka 5.875 bph,” tambah Sigid.
Baca Juga: Sumur Lama NKL-1183 Produksi Minyak 520 BPH, Buka Optimisme PEP Sangasanga
Tak hanya urusan minyak, sektor gas pun ikut moncer. Realisasi penjualan gas mencapai 5,44 mmscfd atau 108,8 persen dari target perjanjian komersial.
Capaian ini didukung oleh pembenahan sistem kelistrikan di wilayah Selatan Mahakam menggunakan Gas Engine Genset. Teknologi ini sukses menekan angka blackout yang seringkali menjadi momok operasional.
Sebagai bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan, PEP Sangasanga Field kini berdiri sebagai bukti bahwa dengan teknologi yang tepat. Lapangan tua masih bisa menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional sesuai mandat Asta Cita pemerintah. (*)






