URBANCITY.CO.ID – Di saat gema takbir bersahut-sahutan di daratan, ratusan pelaut Pertamina Patra Niaga justru harus berjibaku dengan ombak.
Demi memastikan denyut nadi energi nasional tidak terhenti saat momen Idulfitri 1447 Hijriah, para pelaut ini rela melewatkan kehangatan kumpul keluarga dan tetap bersiaga di atas anjungan kapal tanker.
Salah satu kisah datang dari Captain Arendra yang menakhodai kapal Pertamina Gas 2. Tahun ini menjadi kali ketiga bagi Arendra merayakan hari kemenangan di tengah samudra.
Baginya, momen paling emosional adalah saat kumandang takbir mulai terdengar melalui perangkat komunikasi kapal, sementara anak dan istrinya hanya bisa disapa melalui layar ponsel.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Kapal BBM dan LPG untuk Satgas Ramadan Idulfitri 2026
“Kalau sudah takbir berkumandang, itu momen yang paling terasa. Biasanya berkumpul bersama keluarga, sekarang hanya bisa melalui video call. Tapi ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kami, demi memastikan energi tetap sampai ke masyarakat,” ujar Arendra.
Menjaga Amanah Distribusi Maritim
Kisah serupa dialami Captain Basuki yang bertugas di kapal Pertamina Gas 1. Di tengah isolasi laut lepas, ia memandang tugasnya bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar untuk memastikan stok energi di seluruh pelosok negeri tetap aman selama masa puncak konsumsi Lebaran.
“Walaupun tidak bisa berkumpul dengan keluarga, kami di kapal sudah seperti keluarga kedua. Kami saling menguatkan dan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ada kebanggaan tersendiri saat saya dan awak kapal Pertamina Gas 1 karena bisa tetap berkontribusi untuk masyarakat di momen penting seperti ini,” ungkap Basuki.




