Malioboro di Yogyakarta menempati urutan pertama destinasi paling populer dengan 468.004 kunjungan, disusul Ancol (343.623 kunjungan), Ragunan, hingga Masjid Al Jabbar Bandung.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Pastikan Keamanan Destinasi Bali Jelang Libur Lebaran 2026
Destinasi Prioritas dan Regeneratif Tumbuh Pesat
Pemerintah juga memantau 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).
Hasilnya, pergerakan ke 10 DPP tumbuh 13,74 persen dengan Raja Ampat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 19,9 persen. Sementara itu, Kepulauan Riau sebagai DPR melonjak drastis hingga 125,5 persen.
Estimasi perputaran uang di destinasi unggulan ini mencapai Rp12,27 triliun, atau menyumbang 61,8 persen dari total estimasi pengeluaran pariwisata nasional.
Mitigasi Krisis dan Antisipasi Pungli
Guna memastikan kenyamanan pelancong, Kementerian Pariwisata memantau 173 titik daya tarik wisata dan mengawasi 111 isu krisis, termasuk praktik pungutan liar (pungli). Ni Luh mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang responsif terhadap laporan di media sosial.
Baca Juga: Terkait Pemulihan Sistem Saat Libur Lebaran, Berikut Klarifikasi Bank DKI
“Misalnya ketika ada isu pungli, ketika isu itu muncul kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga bisa langsung diselesaikan di tempat. Gubernur Banten bahkan langsung mengeluarkan surat edaran terkait tidak boleh ada pungli selama libur lebaran,” tegasnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan aktivasi 141 ajang wisata di 32 provinsi, pemerintah optimistis pariwisata akan terus menjadi the new engine of growth yang inklusif bagi ekonomi daerah dan nasional. (*)






