URBANCITY.CO.ID – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan urat nadi logistik nasional di Jakarta tetap berdenyut normal selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah.
Hingga 27 Maret 2026, aktivitas bongkar muat di terminal cabang Tanjung Priok terpantau stabil dengan kehadiran 16 kapal sandar yang didominasi muatan crude palm oil (CPO) dan general cargo rute internasional (oceangoing).
Manajemen mencatat tingkat keterisian lapangan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) saat ini berada di angka 40 persen. Angka ini tergolong sangat aman karena lebih rendah dari rata-rata normal yang biasanya menyentuh 50 persen, serta jauh di bawah batas maksimal kapasitas terminal sebesar 65 persen.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menegaskan kesiapan fasilitas dan sistem pelabuhan dalam menghadapi dinamika arus barang saat libur panjang.
Baca Juga: Sasar Pasar Kanada, PTP Nonpetikemas Banten Ekspor Perdana Menara Turbin Angin
“Koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan juga terus kami perkuat untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Strategi Kantong Parkir dan Pusat Komando
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan logistik di pintu masuk pelabuhan, PTP Nonpetikemas telah menyiagakan area penyangga (buffer zone) seluas 5 hektare.
Lahan ini terbagi di kawasan Inggom seluas 2 hektare dan tambahan 3 hektare di area regional yang berfungsi sebagai kantong parkir sementara.
Selain infrastruktur fisik, kelancaran arus barang dipantau melalui Command Centre Bersama hasil kolaborasi dengan Pelindo Regional 2.




