Mata api merepresentasikan semangat, keberanian, dan energi Kuda Api. Bunga batik di kaki menegaskan langkah maju tanpa meninggalkan nilai budaya, sementara motif batik pucuk rebung melambangkan pertumbuhan dan harapan.
Baca Juga: Wamenekraf Apresiasi USS Yard Sale Ciptakan Lapangan Kerja Untuk Generasi Muda
Buntut kuda terbelah dua merepresentasikan harmoni dualitas seperti tradisi-modernitas, dan motif batik banji simbol kebahagiaan serta keseimbangan.
Wakil Ketua Umum Panitia Veronica Tan menekankan Imlek Nasional sebagai lambang kebersamaan keluarga “Diharapkan Imlek Nasional Harmoni Nusantara ini juga menjadi sebuah momen persatuan kembali ke rumah dan juga kita bersama-sama sekali satu,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu menyoroti akulturasi budaya Tionghoa dalam kehidupan sehari-hari Indonesia.
“Jadi banyak sekali akulturasi budaya dari kehidupan kita sehari-hari. Buat kita yang keturunan Tionghoa, kita merayakan Imlek mungkin dari saat kita kecil dan memang ada ritual-ritualnya yang bukan hanya agama tetapi budaya,” ungkapnya.
Baca Juga: Perluas Pasar Ekraf, Kemenekraf MoU dengan Kemendag dan BSSN
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan acara ini sebagai komitmen pemerintah menjaga keberagaman budaya dan keyakinan.
“Acara ini memang menetaskan kembali komitmen kebangsaan dan kebebasan kita bahwa keberagaman budaya dan keyakinan, itu merupakan pondasi dari persatuan kita, sekaligus kekuatan sosial yang harus kita adakan bersama,” ucapnya.






