Partisipasi Publik dan Gotong Royong
Ribuan warga dari berbagai latar belakang tampak memadati area Lapangan Banteng untuk mencicipi hidangan yang dimasak dalam kuali raksasa tersebut. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi sorotan utama dalam pemecahan rekor dunia ini.
Baca Juga: Festival Perang Air 2026 Masuk KEN, Dongkrak Ekonomi dan Kunjungan Wisata di Meranti
Wamen Ekraf menegaskan bahwa kekuatan ekonomi kreatif Indonesia sejatinya tumbuh dari partisipasi publik dan akar budaya, bukan hanya bertumpu pada industri skala besar.
Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan citra kuliner Nusantara di mata internasional sekaligus mempererat persatuan melalui kearifan lokal. (*)






