URBANCITY.CO.ID – Arus balik Lebaran 2026 di jalur tengah Jawa Tengah mengalami lumpuh total menyusul banjir besar yang menerjang Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.
Debit air yang meluap dari Sungai Babakan sejak Rabu sore, 25 Maret 2026, merendam akses utama penghubung Purwokerto menuju Jakarta, hingga memaksa kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas secara masif.
Tingginya intensitas hujan mengakibatkan tanggul sungai tak mampu menampung volume air. Hingga Kamis pagi, 26 Maret 2026, sejumlah titik di ruas jalan nasional tersebut masih terisolasi.
Insiden ini juga mengakibatkan puluhan kendaraan pemudik terjebak kemacetan panjang, bahkan beberapa di antaranya terendam luapan air.
Baca Juga: Curhat Pilu Korban Banjir di Huntara Aceh Tamiang: Beri Kami Rumah, Pak Presiden!
Rekor Banjir Tertinggi dalam 20 Tahun
Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam dua dekade terakhir. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 250 sentimeter, menciptakan situasi darurat di tengah puncak arus balik.
“Kebanjiran Ketanggungan ini adalah rekor selama 20 tahun, yaitu 250 Cm. Akibatnya, puluhan kendaraan terjebak macet, nggak bisa jalan sama sekali,” ujar Fadholi Ambar, warga setempat sekaligus komika asal Brebes dalam unggahannya, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera turun tangan mengatasi dampak sosial dan transportasi tersebut.
Skema Pengalihan Arus Balik
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes bergerak cepat dengan menutup akses utama yang terendam mulai dari Masjid Jami’ Ketanggungan hingga Pos Ceremai.




