Modus yang diduga digunakan para pelaku adalah memanipulasi Surat Rekomendasi. Dokumen yang seharusnya menjadi jatah bagi petani, nelayan, UMKM, dan pelayanan umum itu ditengarai diselewengkan oleh pihak yang tidak berhak demi meraup keuntungan pribadi.
Wahyudi menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengkalkulasi kerugian negara. “Kami tidak akan menoleransi praktik yang merugikan rakyat kecil ini,” tegasnya.
Distribusi BBM Jember Dipastikan Aman
Meski satu titik penyaluran ditutup, BPH Migas menjamin pasokan energi di wilayah Jember tetap stabil, terutama menjelang lonjakan konsumsi saat Idulfitri. Pasokan Biosolar hingga Pertamax Green dari SPBU yang disegel telah dialihkan ke sejumlah SPBU terdekat.
Baca Juga: Sumur Lama NKL-1183 Produksi Minyak 520 BPH, Buka Optimisme PEP Sangasanga
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami pastikan distribusi tetap normal agar persiapan Lebaran dan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan lancar,” kata Wahyudi.
Operasi penyegelan pada Sabtu lalu itu melibatkan sinergi antara BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, Polres Jember, hingga pemerintah daerah setempat. Masyarakat kini diimbau untuk proaktif melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan distribusi BBM agar subsidi tepat sasaran. (*)




