Baca Juga: Hilirisasi Furnitur: Indonesia Targetkan Hub Manufaktur Global Berbasis Desain dan Kelestarian
Relaksasi Terukur dan Keadilan Penerimaan Negara
Terkait dinamika pasar global, Bahlil melaporkan kondisi harga batu bara dan nikel yang masih dipantau ketat.
Pemerintah membuka peluang melakukan relaksasi produksi, namun dengan catatan tetap menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand).
“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar,” ungkapnya.
Di sisi lain, Prabowo memberikan nota khusus terkait optimalisasi pendapatan negara. Mantan Danjen Kopassus tersebut mencium adanya ketidakadilan dalam penerimaan negara di sektor mineral selama ini.
Bahlil diperintahkan untuk menyisir sumber-sumber pendapatan yang belum maksimal demi kepentingan nasional.
Baca Juga: 19 Tahun Pertagas: Mengalirkan Energi, Memperkuat Pondasi Hilirisasi Industri Nasional
“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara,” ucapnya.
“Bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara,” pungkas Bahlil.






