URBANCTY.CO.ID – Lampu warna-warni dan riuh seni budaya Indonesia memecah suasana dingin Hong Kong, Minggu, 8 Februari lalu. Di sana, Bank Mandiri bukan sedang sekadar menggelar seremoni, melainkan menancapkan tonggak baru bagi ekonomi kerakyatan lewat Kick Off Program Mandiri Sahabatku 2026.
Fokusnya jelas, mengubah pola pikir Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari sekadar pengirim remitansi menjadi juragan di negeri sendiri.
Setelah berhasil membina lebih dari 2.400 pekerja migran sepanjang 2025, bank berlogo pita emas ini kini membidik target yang lebih ambisius. Kurikulum 2026 dirancang lebih “berbau” masa depan dengan menyisipkan Kelas Konten Kreator yang berkolaborasi dengan Zando AI Agency.
Harapannya, para pekerja migran tak hanya jago mengelola dapur atau pabrik orang lain, tapi juga mahir memanen cuan dari teknologi kecerdasan buatan.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Dukungan pada Program Prioritas Pemerintah
SEVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Dadang Ramadhan P., yang hadir langsung di lokasi, menekankan pentingnya literasi keuangan dan kewirausahaan sebagai bekal pulang kampung.
“Melalui Mandiri Sahabatku, kita menyaksikan dedikasi PMI & Diaspora yang konsisten mengikuti pembinaan literasi keuangan dan kewirausahaan di tengah kesibukan bekerja menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,” ujar Dadang.
Dari Remitansi ke Investasi
Bukan Tempo namanya jika tak menyoroti sisi transformasi. Mandiri Sahabatku kini tak lagi sekadar mengajarkan cara menabung. Lewat fitur Livin’ Around The World, para pahlawan devisa ini didorong masuk ke ekosistem digital. Targetnya adalah pergeseran perilaku: dari konsumtif menjadi produktif.



