URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan inspeksi mendadak ke lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin, 30 Maret 2026.
Didampingi Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dan Kepala BPS, pria yang akrab disapa Ara ini memastikan bantuan tahun anggaran 2026 tepat sasaran.
Menteri Ara mengungkapkan, Provinsi Banten mendapatkan alokasi kuota bedah rumah yang melonjak drastis tahun ini guna mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Di Provinsi Banten pada tahun 2026 dialokasikan sebanyak 5000 rumah yang akan dibedah/direnovasi. Naik dari tahun 2025 sebanyak 1.742 unit rumah yang dibedah di Banten,” ujar Maruarar di lokasi peninjauan.
Baca Juga: Alokasi Bedah Rumah BSPS Majalengka Naik Drastis Jadi 1.030 Unit di 2026, Ini Rinciannya
Kondisi Hunian Memprihatinkan
Dalam kunjungannya, rombongan meninjau 10 unit rumah di Desa Pete yang kondisinya cukup kontras. Hunian tersebut masih berlantai tanah, minim pencahayaan, atap bocor, hingga tidak memiliki struktur rangka bangunan yang memadai.
Mengingat wilayah tersebut masuk dalam zona potensi risiko gempa, perbaikan struktur menjadi urgensi utama demi keselamatan penghuni.
Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik BSPS ini dapat dimulai serentak pada April 2026. Setiap unit rumah akan mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta untuk peningkatan kualitas bangunan.




