Transparansi dan Skema Toko Terbuka
Menghindari celah korupsi, Menteri PKP menegaskan bahwa program ini harus bersih dari pungutan liar. Ia menginstruksikan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk bekerja dengan integritas tinggi dan berani menegakkan aturan.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 400 Ribu Rumah Bedah BSPS: Sikat Pungli dan Korupsi!
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan dilaksanakan dengan jujur, cepat, serta tepat sasaran. Program BSPS harus memberikan dampak nyata, tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas Menteri PKP.
Sebagai terobosan, Kementerian PKP melakukan simulasi pemilihan toko terbuka. Skema ini memungkinkan masyarakat memilih penyedia bahan bangunan secara transparan tanpa kerumitan lelang birokrasi yang konvensional.
Melalui harga material yang kompetitif, anggaran diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.
Dukungan Istana dan Data BPS
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut program ini adalah atensi langsung Presiden untuk menghadirkan hunian yang aman dan berkualitas.
Baca Juga: Bazna Bazis Jaksel Alokasikan Perolehan ZIS Untuk Bedah Rumah
Senada dengan itu, Kepala BPS mengapresiasi penyederhanaan mekanisme pengadaan material yang tetap mengedepankan akuntabilitas.
“Melalui simulasi pemilihan toko terbuka ini, kita bisa melihat bahwa proses yang selama ini dianggap rumit seperti lelang dapat dibuat lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Namun demikian, prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga dengan baik,” kata Kepala BPS.






