Meski Popsivo sempat menebar ancaman di poin-poin kritis dengan mengejar hingga 22-24, pengalaman Pertamina berbicara banyak. Skor 25-22 menutup laga sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Kemenangan ini sekaligus menepis keraguan publik atas performa Megawati yang sempat dianggap inkonsisten di awal musim. Di Bojonegoro, ia kembali menjadi tumpuan lewat kontribusi poin dan kepemimpinannya di lapangan.
Bagi Pertamina Enduro, mengantongi tiket empat lebih awal adalah kemewahan untuk mulai meracik strategi lebih matang di fase gugur. Sementara bagi Popsivo, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk menjaga napas persaingan menuju takhta juara. (*)





