Memacu Proyek Biorefinery, Siasat Hijau dari Tungku Cilacap

Kilang Biorefinery Cilacap bersiap memacu produksi bioavtur berbasis minyak jelantah pada 2029. (Foto: Urbancity/Pool/Dok. PERTAMINA)

URBANCITY.CO.ID – Di ujung pipa kilang Cilacap, Jawa Tengah, sebuah ambisi besar sedang diracik. PT Pertamina (Persero) baru saja memacu proyek Biorefinery Cilacap Fase 2, sebuah ikhtiar mengubah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat alias Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Proyek ini bukan sekadar urusan teknis mesin, melainkan upaya memutus ketergantungan pada avtur fosil yang kian uzur.

Targetnya tak main-main. Jika pada fase pertama kapasitas produksi SAF hanya “seujung kuku” sebesar 27 kiloliter per hari, pada 2029 mendatang angka itu diproyeksikan melonjak drastis hingga 887 kiloliter per hari.

Strategi co-processing yang sebelumnya sukses di Revamp TDHT Cilacap kini dikembangkan menjadi ekosistem yang lebih masif.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, menyebut proyek ini sebagai titah langsung dari istana.

Baca Juga: Siasat Hijau di Tanah Minyak: Ikhtiar Pertamina Hulu Rokan Memulihkan Wajah Riau

“Biorefinery Cilacap merupakan program strategis dari Bapak Presiden Prabowo dan juga Danantara sejalan dengan Program Asta Cita Pemerintah khususnya nomor 2 terkait swasembada energi, hilirisasi dan industrialisasi,” ujar Emma dalam seremoni groundbreaking, Jumat, 6 Februari 2026.

Multiplier di Balik Minyak Bekas

Bagi Pertamina, ini adalah permainan dual growth: memperkuat bisnis lama sembari merambah ekonomi rendah karbon. Namun, tantangan sesungguhnya ada pada rantai pasok. Agar dapur biorefinery tetap mengepul, Pertamina harus menggandeng banyak tangan, dari regulator hingga pengumpul minyak goreng bekas di dapur warga.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.