URBANCITY.CO.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan sebaran Program Pemagangan Nasional 2026 tidak lagi hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Pemerintah berupaya mendorong program ini menjangkau seluruh provinsi di tanah air guna membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi para lulusan baru (fresh graduate) di berbagai daerah.
Berdasarkan data dari platform MagangHub, Yassierli mengakui saat ini masih terjadi ketimpangan lokasi pemagangan yang menumpuk di kota-kota besar di Jawa.
“Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” ujar Yassierli, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat, 27 Februari 2026.
Strategi Berbasis Sektor Unggulan Daerah
Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyiapkan penguatan ekosistem magang di tingkat daerah.
Baca Juga: 20.000 Fresh Graduate Dapat Magang Bergaji UMP, Pemerintah Siapkan Dana Rp198 Miliar
Yassierli menjelaskan bahwa strategi ini dimulai dengan pemetaan target yang realistis di setiap provinsi dengan mempertimbangkan sektor unggulan dan kapasitas industri lokal.
“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” tegasnya.
Pemerintah juga mendorong setiap daerah untuk memperbanyak mitra penyelenggara aktif, baik dari kalangan perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.
Hal ini harus dibarengi dengan ketersediaan mentor yang kompeten serta rencana pembelajaran yang terstruktur agar kualitas kompetensi peserta tetap terjaga meski cakupan program diperluas.




