URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan aksi bersih-bersih atau korve di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain menyapu selasar pasar, kedua menteri ini menyisir lapak pedagang untuk memantau stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Aksi bersih ini merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Budi Santoso menekankan bahwa pasar rakyat tidak boleh lagi identik dengan kesan kumuh jika ingin tetap bersaing dan menjadi destinasi belanja utama masyarakat.
“Selain menjadi tempat untuk belanja, pasar juga dijadikan alternatif wisata kuliner. Jadi, Bapak-Ibu, harapan kami kalau pasar kita semakin bersih maka pasar akan semakin ramai, masyarakat sehat, dan ekonomi Indonesia menjadi kuat,” ujar Mendag Budi Santoso.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Pimpin G-33: Reformasi Pertanian WTO Harus Pro-Negara Berkembang dan Petani
Budaya Bersih dan Pengelolaan Sampah
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, kebersihan pasar adalah cerminan budaya masyarakatnya. Ia mendorong pengelola pasar dan pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola sampah dari hulu, termasuk pemilahan sampah bernilai ekonomi sesuai Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025.
“Pasar merupakan simpul budaya tempat berbagai karakter masyarakat berkumpul. Karena itu, kebersihan pasar rakyat seharusnya juga mencerminkan budaya bersih masyarakatnya,” tutur Hanif.




